Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah

bronkhitisCiri-Ciri Penyakit Paru-Paru BasahPenyakit paru-paru basah terjadi dalam waktu yang lama atau panjang. Ciri-ciri penyakit paru-paru basah kemudian, penderita merasakan daya tahan tubuhnya melemah  yang disertai batuk bedahak. Proses terjadinya adalah sering berkeringat di kala tidur. Keringat akan membut tubuh bagian luar dingin, lama kelamaan, sedikit demi sedikit, paru-paru mengalami pengembunan dan akhirnya menjadi kronis. Lalu, si penderita akan mengalami batuk sampai batuk menjadi kebiasaan. Biasanya batuk akan disertai keluarnya dahak dan sering sesak napas. Penyakit ini kronis dan bisa bercokol lama sampai bertahun-tahun sehingga membuat tubuh semakin melemah.

Penyakit Paru-Paru Basah

Ciri-ciri penyakit paru-paru basah adalah :

  1. Badan selalu berkeringat, sekalipun pada waktu tidur
  2. Sesak nafas dan tak pernah merasa longgar
  3. Mudah lelah
  4. Mudah sekali mengantuk
  5. Kalau tarik napas panjang ingin muntah

Pencegahan penyakit paru-paru basah adalah :

  1. Mandi dengan air hangat
  2. Jangan tidur sehabis mandi
  3. Jangan menggunakan kipas sewaktu tidur
  4. Rumah perlu berventilasi cukup
  5. Sering melakukan aktivitas fisik secara teratur
  6. Perut jangan terlalu sering kosong

Pengobatan Penyakit Paru-Paru

Cara pengobatan paru-paru basah adalah :

  1. Pijat pada bagian lutu ke bawah sampai bagian telapak kaki
  2. Tekan pada celah-celah tulang kering dan tulang betis
  3. Berdiri dengan posisi lutut dilipat setengah berdiri kurang lebih 10 menit
  4. Minum air hangat kurang lebih 1 gelas
  5. Pijitan menggunakan minyak goreng bersih
  6. Oleskan minyak goreng pada badan (perut, dada dan punggung) setiap malam ketika akqan tidur.
  7. Terapi kurang lebih dari 3 hari 1 kali.

Pantangan bagi penderita paru-paru basah adalah :

  1. Jangan mandi malam langsung tidur
  2. Jangan tidur dengan baju tebal
  3. Hindari pemakaian kipas angin sewaktu tidur.

Catatan :

  1. Ushakan untuk berkeringat, misalnya dengan olahraga
  2. Jangan mandi setelah olahraga malam
  3. Oleskan minyak greng pada kaki, dada dan perut
  4. Usahakan mengeluarkan lendir (dahak) dengan cara membuang napas dalam-dalam kemudian dibatukkan dan dilakukan berulang-ulang.

Saluran kelebihan uap air dari paru-paru ke ginjal yang ada dibagian belakang tubuh kita, kalau terlalu lama tidur akan tergencet berat tubuh kita sehingga menyebabkan paru-paru menjadi lembab dan saluran tersebut tersumbat. Saraf di belikat akan tersalut pengapuran. Kalau dibiarkan lama, akan menyebabkan paru-paru basah, dan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan sel paru-paru membusuk.  Pada penyakit paru-paru basah bakteri, mungkin dokter akan meresepkan antibiotic. Ciri-ciri penyakit paru-paru basah utama mungkin hanya dalam jangka waktu beberapa hari, walaupun batuk membutuhkan waktu beberapa minggu. Pastikan untuk tetap mengikuti petunjuk dokter Anda dengan hati-hati. Mengambil setiap salah satu obat antibiotic yang diresepkan dokter.

Proses Penyakit Paru-Paru Basah Terjadi

Paru-paru basah merupakan gangguan kesehatan yang diderita oleh seseorang yang berhubungan dengan kemampuan bernapas yang sangat rendah. Penderita mengalami kesulitan bernapas sehingga ia bisa batuk, berkeringat, dan jantung berdebar-debar dengan keras dan sangat cepat. Mungkin saja, pada saat batuk keluar cairan darah yang tidak henti-hentinya. Seorang pasien pernah mengatakan bahwa keluarnya dahak bisa mencapai satu liter setiap pagi. Pasien sangat menderita pada saat menjelang pukul 03.00 sampai 09.00. Selama batuk, penderita selalu berkeringat sampai bercucuran.

Penderita paru-paru basah selalu terkesan gemuk, tetapi pucat dan terengah-engah setiap saat. Paru-paru basah terjadi melalui proses yang singkat namun juga bisa melalui proses yang panjang. Paru-paru basah proses cepat terjadi karena adanya pengembunan yang cukup besar disebabkan oleh perbedaan suhu antara suhu badan yang panas dan suhu udara antara suhu badan yang panas dan suhu udara atau lingkungan yang dingin. Misalnya, ketika seseorang kehujanan dalam waktu yang cukup lama sehingga terjadi pengembunan pada gelembung paru-paru ataupun pada rongga dada.

Pengembunan tadi akhirnya mengisi gelembung paru-paru sehingga paru-paru tidak bisa menampung banyak udara (O2, ketika seorang tengah bernapas. Sedikitnya udara yang diisap akan membuat penderita sesak napas dan batuk. Paru-paru basah semacam itu bersifat akut (mendadak dan berbahaya).

Untuk menyembuhkan dan mencegahnya tentu harus berhenti merokok bagi para perokok. Jika penderita bekerja di lingkungan yang berdebu dan berasap, sebaiknya pindah kerja dan mencari lokasi yang tidak seperti sebelumnya.

Disamping itu penderita juga harus menghindari kelelahan dan tidurlah di ruangan yang hangat tapi tidak lembab, dan terutama menghindari serangan flu.
Gangguan paru-paru jenis lain di Indonesia seperti PPOK (Penyakit Paru-Paru Obstruksi kronis) lebih banyak diakibatkan oleh polusi udara. Dalam gangguan ini saluran napas dipersempit sehingga penderita esak napas alias menjadi kesulitan bernapas.
Pengbatan asma dan PPOK membuktikan bahwa waktu lebih lama dibandingkan dengan gangguan paru-paru akibat kuman. Yang lebih dulu diatasi pada keluhan atau gejalanya, kemudian baru penyakitnya. Penyembuhan menjadi lebih sulit jika penderita asam dan PPOK tetap tinggal atau bekerja dilingkungan yang tidak bebas polusi. Secara umum dampak polusi pabrik di Indonesia misalnya belum begitu “merisaukan” mengingat usia pabrik-pabrik disini relatif muda. Disamping itu para pekerjanya menurut penelitian sering berpindah pekerjaan. Untuk meneliti produksi debu oleh suatu pabrik diperlukan waktu lama. Menurut pengamatan sepintas banyak ditemukan gangguan paru-paru akibat polusi lingkungan pabrik

Berbagai gangguan polusi rata-rata dibarengi oleh gejala khas, yaitu batuk dan sesak napas. Karena itu gejala batuk jangan di anggap remeh. Batuk yang tidak sembuh-sembuh selama dua minggu hendaknya jangan didiamkan. Segera periksakan diri ke dokter untuk diteliti penyebabnya.

Melalui peneropongan selaput paru-paru dan pengambilan cairan melalui tusukan samping (tarakoskopi), atau brankoskopi (peneropongan melalui mulut dengan selang kecil) pemeriksaan paru-paru sudah bisa dilakukan. Oleh sebab itupara ahli menyarankan untuk menjaga kesehatan paru-paru hindarilah kebiasaan merokok, ikuti pola hidup sehat, menjalani hidup secara teratur, rajin berolahraga, dan mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang.

Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah

Posted in Penyakit Paru Paru Basah | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Paru-Paru Basah

Gejala Paru-Paru Basah – Gejala Paru-Paru Basah yang timbul sungguh tidak mengenakkan bagi penderita , karena setiap kali menarik napas, dada seperti ada yang menusuk dengan pisau. Gejala lain yang mungkin timbul bisa saja akibat paru-paru terkena infeksi ini misalnya terjadi batuk kering, tubuh terasa lesu lemah, kepala pusing dan hilang nafsu makan. Kadang-kadang gejala itu disertai oleh demam dan denyut jantung lebih cepat dari biasa.

Gejala Paru-Paru Basah

Gejala Paru-Paru Basah

Penyakit Paru-Paru Basah

Untuk mengatasi sesak nafas tadi, biasanya cairan yang terkumpul diantara kedua selaput itu disedot dengan menggunakan jarum berongga. Sementara itu penyebabnya diberatas dengan obat-obatan yang lebih tepat melalui suntikan langsung ke lokasi atau diminumkan sebagai obat biasa.

Dengan demikian Gejala Paru-Paru Basah biasa pula merujuk pada penyakit bronchitis atau radang saluran napas. Penyakit paru-paru basah ini sering kali di anggap enteng, karena bukan termasuk penyakit yang mematikan seperti penyakit jantung, darah tinggi, atau stroke dan sebagainya. Misalnya bronchitis memang penyakit saluran napas, yaitu organ yang menghubungkan batang tenggorokan dengan paru-paru. Akibat infeksi dan peradangan terbentuklah dahak (mukus). Produksi mukus yang berlebihan ini juga acap kali mempersempit dan menghalangi saluran napas sehingga penderita tidak leluasa dalam bernapas.

Penyakit Paru-Paru Basah atau Pneumonia

Penyakit paru-paru basah lebih dikenal dengan istilah pneumonia dalam dunia kedokteran. Sedangkan dalam masyarakat awam, penyakit paru-paru basah lebih sering disebut. Yang lebih terkenal adalah anggapan jika penyebab dari paru-paru basah adalah karena terlalu sering tidur diatas ubin tanpa menggunakan alas di malam hari. Penyakit paru-paru basah atau penyakit pneumonia sifatnya adalah akut dan jika dibiarkan maka akan menjadi sangat fatak. Penyakit pneumonia bisa juga terjadi akibat adanya aspirasi kandungan di dalam lambung, air atau juga suatu bentuk iritasi yang lain. Dan umumnya infeksi dari virus pada saluran pernapasan bagian bawah yang berlangsuung selama musim dingin atau di saat musim hujan. Dan RSV yang biasanya paling sering umum terjadi adalah pada bayi. Pneumonia biasanya muncul akibat dari serangan kuman penyakit yang terhirup masuk ke dalam hidung dan ke dalam mulut. Jika lingkungan yang ada pada sekitar orang tersebut mengalami infeksi sangat besar, resiko dari penularan bisa menjadi sangat tinggi apalagi jika daya taha tubuh seseorang sedang menurun dan tidak baik. Dan akibat dari nanah serat cairan yang masuk ke dalam paru-paru, oksigen yang ada di dalam sel tubuh lama kelamaan akan semakin berkurang dan tidak akan bisa bekerja dengan lebih optimal. Hal ini mengakibatkan selain terjadinya penyebaran pada infeksi ke seluruh tubuh, maka penderita bisa meninggal sebagai bentuk sesuatu yang fatal.

Gejala paru-paru basah yang munculnya awalnya adalah batuk kering dan juga sakit, namun kemudian lama kelamaan akan mengalami batuk berdahak dengan dahak yang tebal dan bercampur dengan darah. Diagnosis dari penyakit radang paru-paru selain dari tanda serta gejala paru-paru basah juga bisa lewat gambaran foto thoraks yang dengan terlihatnya gambaran dari radang paru-paru serta selain itu juga dari pemeriksaan sputum atau dahak yang ditemukan adanya aktivitas kuman.

Penatalaksanaan Penyakit Paru-Paru Basah

Penatalaksanaan dari penyakit radang pari-paru atau penyakit paru-p;aru basah ini maka biasanya diberikan obat antibiotik jika memang disebabkan oleh bakteri. Pada anak yang berusia dibawah 2 bulan, penyakit pneumonia yang berat biasanya ditandai dengan frekuensi bernapas yang cepat. Bisa terjadi 60 kali dalam satu menit atau bahkan lebih dari tarikan napas, sedang penarikan yang sangat kuat yang terjadi pada dinding dada sebelah bawah ke bagian dalam.

Gejala paru-paru basah yang lain adalah :

  1. Berat badan yang menurun
  2. Sering mengalami demam
  3. Sesak nafas
  4. Berkeringat
  5. Nafsu makan yang menurun
  6. Sesak nafas dengan frekuensi yang sering
  7. Nyeri pada dada

Gejala penyakit pneumonia ini juga bisa ditandai dengan adanya suatu peradangan pada tenggorokan atau yang disebut dengan laringitis. Akibatnya adalah membuat suara berubah menjadi serak karena oada sekitar pita sura banyak lendir. Dan lewat dari pemeriksaan rontgent dada, maka akan diketahui masalah yang terjadi di dalam paru-paru. Tanda atau gejala paru-paru basah secara klinis bisa ditemui biasanya pada flek pari. Namun hal ini bukan suatu hal yang mencukupi penyebab dari penyakit tbc atau juga ditandai dengan adanya flek pada pari. Karena itulaj, pemeriksaan penunjang misalnya dengan melakukan pemeriksaan darah, pemeriksaan sputum, dan juga gejala merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk nbisa menentukan flek yang terdapat di dalam paru merupakan tanda atau gejala dari penyakit tbc atau penyakit pneumonia.

Pengobatan awal yang dilakukan pada penyakit pneumonia atau penyakit paru-paru basah adalah dengan menggunakan obat antibotik. Jika penyebab dari hal ini adalah karena serangan bakteri, akibat mikroplasma, dan juga akibat rickettsia, biasanya obat antibiotik ini juga lumayan manjur. Untuk penyakt pneumonia yang disebabkan akibat serangan virus, hingga saat ini masih belum ada panduan yang khusus, walau dari beberapa obat dari antivirus sudah banyak digunakan. Selain jenis obat antibiotika, pasien juga akan mendapatkan terapi tambahan misalnya adalah dalam bentuk pengubaha pola makan dan juga oksigen untuk membantu meningkatkan jumlah asupan oksigen ke dalam darah.

Gejala Paru-Paru Basah

Posted in Penyakit Paru Paru Basah | Tagged , , , , , | Leave a comment

Paru-Paru Basah

Istilah Paru-paru basah sebenarnya tidak dikenal dalam dunia medis tapi sudah terbiasa digunakan oleh masyarakat awam (kesehatan) yang membuktikan bahwa dunia nyata lebih menukik dibandingkan dari ilmu pengetahuan. Ia merupakan gangguan pernapasan seperti juga penyakit asma, bronchitis, TBC dan sebagainya.

Paru-Paru Basah

Paru-Paru Basah

Penyakit Paru-Paru Basah

Namun demikian ia adalah jenis gangguan pernapasan yang amat mengganggu penderitanya untuk beraktivitas. Meskipun dalam kamus kedokteran tidak ditemukan istilah Paru-Paru Basah ini, namun dikalangan orang awam medis sebutan ini amat terkenal, sehingga jenis gangguan itu lebih mudah dicerna dan dimenegrti oleh anggota masyarakat banyak lainnya. Pemberian nama Paru-Paru Basah oleh awam ini sebenarnya cukup tepat, karena penyakit ini seperti berasal dari kondisi yang banyak ditemukan di udara dingin atau dimalam hari.Mereka menyangka bahwa penyakit in bersumber dari kebiasaan si penderita yang suka keluyuran di malam hari, sehingga ia terkena serangan penyakit yang mengganggu organ pernapasan itu.

Dalam dunia medis memang dikenal dry pleuritis dan wet pleuritis. Pleuritis merupakan peradangan yang menyerang pleura (selaput) yang membungkus paru-paru dan melapisi dinding dalam rongga dada. Yang membungkus paru disebut vielaris, dan yang melapisi rongga dada dinamai selaput parietalis. Diantara kedua selaput itu terdapat cairan pelumas agar paru-paru dapat secara leluasa bergoyang sewaktu kita bernapas.
Dengan demikian yang dimaksud oleh masyarakat awam tadi dengan paru-parun basah, mungkin pleurisy atau efusi pleura. Dibagian ini seringkali terjadi infeksi kuman TBC beupa parasot yang tidak dikehendaki. Pada pleuritis basah ditandai oleh adanya cairan berlebihan yang penyebabnya bisa bermacam-macam.

Cairan berlebihan yang mengisi ruang diantara kedua selaput itu tentu saja akan mendesak dan mengganggu gerakan paru-paru sehingga penderitanya mengalami sesak napas. Penyebab lain yang lebih srius mungkin kanker selaput paru-paru, gangguan sistem pembuluh darah paru-paru akibat dari proses menurunnya kadar albumin atau pendarahan dari luka pada bagian dada.

Gejala Penyakit Paru-Paru

Penyakit paru-paru basah dalam dunia kedokteran dikenal dengan penyakit pneumonia. Penyakit ini pada kebanyakan orang menunjukkan gejala pilek dan kemudian disertai dengan penyakit demam tinggi, mengigil dan batuk yang berpotensi menjadi batuk berdahak. Dahak yang keluar biasanya warnanya akan berubah dan terkadang disertai juga dengan darah. Ketika terjadi suatu infeksi yang mengalami penumpukan atau mengendap pada saluran udara, batuk berdahak kadang cenderung bisa menjadi salah satu gejalanya. Dalam beberapa kasus penyakit paru-paru basah yang terjadi, jaringan pada spons dari dalam paru-paru yang banyak mengandung kantung udara juga akan terlibat. Dan dalam hal ini, oksigenasi dari darah akan mengalami gangguan yang pada akhirnya akan membuat paru-paru menjadi kaku sehingga akan menimbulkan masalah sesak nafas. Hal ini kemudian akan berpotensi mengubah warna kulit penderita menjadi lebih kehitaman dan keunguan akibat dari sianosis karena darah mereka yang mengalami kekurangan oksigen.

Selain itu, gejala penyakit paru-paru basah atau gejala pneumonia lainnya adalah nyeri dada yang kemungkinan juga akan berkembang jika aspek yang ada di luar paru-paru berdekatan dengan pleura atau rongga paru-paru. Biasanya nyeri ini sangat tajam dan menjadi semaikin memburuk disaat sedang mengambil nafas dengan tarikan yang dalam yang dikenal dengan istilah pleuritik atau pleuritis. Untuk kasus ini, maka gejala paru-paru basah biasanya tergantung dari organisme kausatif, ada juga yang bisa menjadikan onset dari gejala yang lambat dan hal lain sebagainya.

Tingkatan dari keparahan penyakit ini bisa diakibatkan karena beberapa hal. Termasuk salah satunya adalah akibat :

  1. Usia
  2. Jenis kelamin
  3. Musim
  4. Dan karena kepadatan penduduk

Pada anak, penyakit paru-paru basah, infeksi yang lebih sering terjadi adalah pada anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan. Puncak dari serangan yang terjadi pada infeksi antara usia 2-3 tahun dan juga sesudahnya akan mengalami penurunan sedikit demi sedikit. Dan pada beberapa kasus penyakit pneumonia tidak diakibatkan karena infeksi mikroorganisme yang terjadi. Bisa saja disebabkan karena aspirasi makanan atau akibat dari asam lambung, benda asing yang masuk, hidrokarbon, bahan lipoid, rekasi hipersensitifitas dan akibat saluran napas yang mengalami gangguan akibat dari obat-obatan tertenu, radiasi, dan karena kondisi suatu lingkungan.

Cara Mencegah Paru-Paru Basah

Cara mencegah penyakit paru-paru basah adalah dengan melakukan beberapa langkah strategis seperti dibawah ini :

  1. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tingga Anda.
  2. Usahakan untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik
  3. Hindarilah merokok untuk mereka yang sedang batuk
  4. Makanlah jenis makanan yang bernutrisi dan seimbang
  5. Melakukan imunisasi, yang paling terutama adalah untuk anak-anak.

Pemberian vaksin Hb sudah banyak diberikan untuk tujuan menangkal terjadinya penyakit pneumona, selain juga penyakit meningitis. Vaksin ini bertujuan untuk menangkal terjadinya serangan bakteri haemophyllus influenzae tipe B yang menyebabkan terjadinya kedua jenis penyakit tadi.

Cara mengobati penyakit paru-paru basah dengan menggunakan ramuan herbal adalah :

Bahan : 2 kuntum bunga sepatu, 2 gelas air matang dan garam secukupnya
Cara membuatnya adalah : cuci sampai bersih bunga sepatu, kemudian ditumbuk sampai halus. Hasil dari tumbukan tadi dimasukkan ke dalam 1 gelas air yang mendidih dan dicampurkan dengan sedikit garam. Kemudian saringlah. Minumlah ramuan ini untuk 3 kali dalam sehari secara teratur.

Paru-Paru Basah

Posted in Penyakit Paru Paru Basah | Tagged , , , , | Leave a comment

Pencegahan Paru-Paru Basah

Pencegahan Paru-Paru Basah – Beberapa kasus paru-paru basah terjadi oleh karena menghirup tetesan kecil yang mengandung organisme yang dapat menyebabkan pneumonia. Tetesan ini masuk ke udara ketika seseorang terinfeksi dengan kuman melalui batuk atau bersin. Dalam kasus lain, disebabkan ketika bakteri atau virus yang biasanya hadir di mulut, tenggorokan atau hidung tanpa sengaja memasuki paru-paru. Biasanya respon tubuh dan sistem kekebalan tubuh mereka akan mencegah organisme disedot dari organisme penyebab paru-paru basah.

 Pencegahan Paru-Paru Basah

Pencegahan Paru-Paru Basah

Penyakit Paru-Paru Basah

Penyakit pneumonia atau penyakit paru-paru basah merupakan salah satu jenis penyakit yang disebabkan karena terjadinya infeksi akibat serangan bakteri, virus, jamur serta parasit. Selain itu, penyakit pneumonia ini juga bisa terjadi akibat dari serangan bahan kimia dan karena kerusakan fisik yang terjadi pada paru-paru, atau yang secara tidak langsung akibat dari penyakit lain misalnya adalah karena penyakit kanker paru-paru dan karena penggunaan dari minuman beralkohol.

Gejala penyakit paru-paru basah yang paling khas adalah yang berhubungan dengan penyakit pneumonia seperti :

  1. Batuk kering yang berubah menjadi batuk berdahak
  2. Nyeri pada dada
  3. Demam
  4. Sesak nafas

Alat yang dipakai untuk menegakkan diagnosa biasanya meliputi sinar X dan juga pemeriksaan dari dahak atau sputum. Pengobatan ini biasanya tergantung dari penyebab penyakit pneumonia tersebut, pnemonia yang disebabkan karena bakteri maka biasanya akan diberikan obat antibiotik.

Penyakit pnuemonia atau penyakit paru-paru basah merupakan salah satu jenis penyakit yang paling umum terjadi pada semua golongan usia dan juga menunjukkan penyebab terjadinya kematian pada golongan atau kelompok orang tua dan juga orang yang menderita penyakit kronik. Tersedia jenis vaksin tertentu untuk membantu pencegahan paru-paru basah. Prognosis dari penyakit pneumonia atau penyakit paru-paru basah ini untuk setiap penderitanya berbeda-beda, semuanya tergantung dari jenis penyakit pneumonia yang dialami, selain itu pengobatan penyakit pneumonia yang tepat tergantung dari ada atau tidaknya suatu komplikasi dan kesehatan dari orang tersebut.

Gejala penyakit paru-paru basah biasanya disertai dengan batuk berdahak, dahak yang berwarna kehijauan dan juga kuning serta demam tinggi yang disertai juga dengan adanya menggigil. Kemudian sesak nafas, dan rasa nyeri pada dada saat sedang bernapas seperti penyakit pleuritis, nyeri yang sangat tajam yang rasanya seperti di tusuk. Salah satu nyeri atau juga sesak nafas dan batuk. Untuk penderita penyakit paru-paru basah biasanya bisa juga disertai dengan adanya darah, sakit kepala, dan juga berkeringat serta kulit yang berubah menjadi lembab.

Gejala Paru-Paru Basah

Selain itu, gejala penyakit paru-paru basah yang lain adalah :

  1. Nafsu makan yang hilang
  2. Mengalami kelelahan
  3. Kulit yang berubah pucat
  4. Mengalami mual
  5. Muntah
  6. Nyeri sendi dan nyeri otot

Tidak jarang juga bentuk dari terjadinya penyebab penyakit paru-paru basah ini disertai dengan gejala lainnya. Misalnya adalah jika penyebab dari penyakit pneumonia adalah karena Legionella yang bisa menimbulkan rasa sakit pada perut dan mengalami penyakit diare, pneumonia yang disebabkan kakrena tuberkulosis atau juga akibat Pneumocytis hanya bisa mengakibatkan terjadinya penurunan pada berat badan dan bisa berkeringat di waktu malam hari. Untuk orang tua, gejala klinis dari penyakit pneumonia mungkin tidak se-khas yang ditunjukkan. Bayi dengan kasus penyakit pneumonia biasanya lebih banyak disertai dengan gejala, namun pada kebanyakan kasus, mereka biasanya hanya tertidur dan juga nafsu makan yang menurun.

Diagnosis Penyakit Paru-Paru Basah

Dalam menegakkan diagnosis penyakit pneumonia atau penyakit paru-paru basah, maka perawatan yang dilakukan berdasarkan dari gejala yang muncul pada pasien serta dari penemuan berdasarkan pemeriksaan fisik yang dilakukan. Selain itu, informasi yang berasal dari foto thorax, pemeriksaan darah dan juga kultur sputum bisa menjadi sangat membantu. Foto thorax yang khususnya digunakan dirumah sakit dan pada beberapa klinik dengan fasilitas sinar X. Walau bagaimanapun juga pengaturan yang terjadi dalam masyarakat penyakit paru-paru basah ini baisanya didiagnosis berdasarkan dari gejala serta berdasarkan dari pemeriksaan fisik sendiri. Diagnosa pnemonia yang sulit dilakukan pada sebagian orang khsuusnya mereka dengan riwayat penyakit yang lainnya. Dan terkadang dengan menggunakan CT scan atau juga dengan menggunakan tes yang lain yang  sangat dibutuhkan yang bisa membantu membedakan terjadinya pneumonia dan jenis penyakit lainnya.

Pasien dengan kasus penyakit pneumonia maka mereka membutuhkan evaluasi secara medis. Misalnya pemeriksaan fisik untuk membantu proses perawatan kesehatan yang bsia menunjukkan adanya demam dan terkadang suhu tubuh yang mengalami penurunan dan hal lainnya.

Namun, jika seseorang telah mengetahui memiliki risiko terhadap penyakit paru-paru basah, masih dapat melakukan upaya pencegahan paru-paru basah.

Pencegahan Paru-Paru Basah

Pencegahan paru-paru basah adalah :

  • Mandi dengan air hangat
  • Jangan tidur sehabis mandi
  • Jangan menggunakan kipas angin sewaktu tidur
  • Rumah perlu berventilasi cukup
  • Sering melakukan aktivitas fisik secara teratur
  • Perut jangan terlalu sering dalam keadaan kosong
  • Jangan terlalu sering tidur di lantai
  • Jika menggunakan kipas angin sebaiknya berjarak jauh dengan tubuh terutama bagian dada
  • Melakukan olahraga secara rutin
  • Melakukan latihan pernapasan yang ringan
  • Konsumsi makan-makanan yagg bergizi lengkap sebagai pelindung dari daya tahan tubuh
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung seng (Zinc)
  • Menerapkan pola hidup yang sehat, dinamis dan teratur, seperti tidak merokok, dan minum alkohol.

 Pencegahan Paru-Paru Basah

Posted in Penyakit Paru Paru Basah | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Paru-Paru Basah

Gejala Penyakit Paru-Paru Basah – Paru-paru memiliki kapasitas maksimal berkisar sekitar 3,5 liter, tetapi kapasitas ini dapat ditingkatkan melalui latihan yang bersifat aerobik. Dalam keadaan normal udara pernapasan yang satu kali diisap dan dikeluarkan mempunyai volume sekitar 1 liter. Di daerah pegunungan yang sangat tinggi dengan kadar oksigen rendah, penduduk biasanya mempunyai paru-paru dengan kapasitas lebih besar karena mereka memerlukan lebih banyak udara setiap kali bernapas. Kebiasaan merokok dapat mengurangi kapasitas paru-paru karena keberadaan lendir di dalam paru-paru.

Gejala Penyakit Paru-Paru Basah

Gejala Penyakit Paru-Paru Basah

Penyakit Paru-Paru Basah

Penyakit ini terjadi dalam waktu yang lama atau panjang. Kemudian, penderita merasakan daya tahan tubuhnya melemah yang disertai batuk berdahak. Proses terjadinya adalah sering berkeringat di kala tidur. Keringat akan membuat tubuh bagian luar dingin, lama-kelamaan, sedikit demi sedikit, paru-paru mengalami pengembunan dan akhirnya menjadi kronis. Lalu, si penderita akan mengalami batuk sampai batuk menjadi kebiasaan. Biasanya batuk akan disertai keluarnya dahak dan sering sesak napas.

Penyakit ini kronis dan bisa bercokol lama sampai bertahun-tahun sehingga membuat tubuh semakin melemah. 

Gejala Penyakit Paru-Paru Basah adalah :

  • Badan selalu berkeringat, sekalipun pada waktu tidur
  • Sesak napas dan tak pernah merasa longgar
  • Mudah merasa lelah
  • Mudah sekali mengantuk
  • Ketika menarik napas panjang diliputi rasa ingin muntah

Gambaran klinis atau gejala penyakit paru-paru basah yang terjadi biasanya adalah diawali dengan infeksi saluran pernapasan akut bagian atas yang terjadi selama beberapa hari. Kemudian setelah itu disertai dengan adanya demam, menggigil, dan suhu tubuh yang terjadi kadang lebih dari 40 derajat celcius, sakit tenggorokan, nyeri sendi, dan nyeri otot. Selain itu, gejala penyakit paru-paru basah juga disiertai dengan batuk, dahak purulen, dan terkadang juga batuk berdahak. Untuk pasien yang berusia muda dan berusia tua dan untuk penyakit pneumonia atipikal gambaran yang terjadi bersifat nonrespirasi misalnya adalah seperti konfusi, ruam, dan diare yang bisa terjadi dengan sangat menonjol.

Pemeriksaan Penyakit Paru-Paru Basah

Pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter adalah dengan mendengarkan paru-paru menggunaan stetoksop atau menggunakan auskultasi yang biasanya akan menunjukkan beberapa hal. Suara normal yang hilang pada napas, dan adanya suara seperti retak atau rales, peningkatan pada suara bisikan yang bisa mengenali daerah pada paru yang keras dan dipenuhi dengan cairan yang disebut dengan istilah konsolidasi. Pemeriksa juga bisa merasakan pada permukaan dada atau palpasi dan juga mengetuk ke bagian dinding dada atau perkusi untuk kemudian mengetahui secara lebih lanjut mengenai lokasi dari konsolidasi. Pemeriksa juga biasanya akan meraba dalam meningkatkan getaran yang ada di dada disaat sedang berbicara.

Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan pada penyakit paru-paru basah ini adalah pemeriksaan foto thorax, kultur sputum dan jenis tes yang lain. Yang paling terpenting dari pemeriksaan dan pendeteksian penyakit pneumonia atau penyakit paru-paru basah dalam keadaan yang tidak jelas adalah dengan menggunakan foto thorax. Foto thorax kemudian akan menampakkan daerah pada opak yang akan terlihat putih dan bisa menggambarkan suatu konsolidasi. Penyakit pneumonia tidak selalu bisa dilihat dari sinar x, dan selain karena penyakitnya hanya terjadi pada tingkat permulaan saha, atau juga bisa mengenai ke bagian paru tertentu yang malah susah untuk bisa terlihat menggunakan sinar x. Dalam beberapa kasus menggunakan CT bisa menunjukkan terjadinya penyakit pneumonia yang tidak terlihat dengan menggunakan pemeriksaan foto thorax sinar x. Sinar x yang bisa berubah menjadi menyesatkan, akibat oleh masalah yang lain misalnya adalah terjadinya parut dibagian paru dan juga gagal jantung kongestif yang lebih menyerupai pada penyakit pneumonia pada foto thorax sinar x. Foto thorax juga baisanya digunakan untuk mengevaluasi adanya suatu komplikasi dari penyakit pneumonia.

Pengobatan Paru-Paru Basah

Jika seseorang keadaannya tidak semakin membaik walaupun sudah diberikan obat antibiotik atau jika sudah diteliti dan dilihat berdasarkan diagnosa, maka permintaan dari kultur sputum dari penderita penyakit pneumonia. Kultur sputum ini umumnya membutuhkan kurang lebih sekitar 2-3 hari kerja, jadi pada sebagian besar sputum yang digunakan untuk bisa mengonfirmasi obat antibiotika yang sudah diberikan dan juga sensitif pada terjadinya infeksi tadi. Pada contoh darah yang terjadi di kultur dengan cara yang sama dalam mencari suatu infeksi yang terjadi di dalam darah. Selain itu, pada setiap bakteri yang juga teridentifikasi kemudian akan diuji untuk bisa melihat obat antibiotik mana yang paling efektif untuk bisa digunakan.

Perhitungan darah dengan lebih lengkap kemudian akan membantu dalam menunjukkan jumlah dari sel darah putih yang mengalami peningkatan, selain itu indikasi dari adanya suatu infeksi dan juga terjadinya inflamasi atau peradangan. Dalam beberapa orang dengan kasus yang terjadi pada sistem daya tahan tubuh, jumlah darah sel putih biasnaya akan menunjukkan hasil yang normal. Tes darah yang dilakukan berguna untuk bisa menilai fuungsi dari ginjal dan yang paling oenting adalah jika ingin memberikan suatu resep obat antibiotika jenis tertentu, atau juga untuk mencari sodium darah yang rendah. Sodium darah yang rendah untuk penyakit paru-paru basah atau penyakit pneumonia biasanya sering diartikan sama dnegan ADH yang ekstra yang banyak diproduksi disaat paru-paru sedang terserang penyakit paru-paru.

Gejala Penyakit Paru-Paru Basah

Posted in Penyakit Paru Paru Basah | Tagged , , , , , , , | Leave a comment