Gejala Penyakit Paru-Paru Basah

Gejala Penyakit Paru-Paru Basah – Paru-paru memiliki kapasitas maksimal berkisar sekitar 3,5 liter, tetapi kapasitas ini dapat ditingkatkan melalui latihan yang bersifat aerobik. Dalam keadaan normal udara pernapasan yang satu kali diisap dan dikeluarkan mempunyai volume sekitar 1 liter. Di daerah pegunungan yang sangat tinggi dengan kadar oksigen rendah, penduduk biasanya mempunyai paru-paru dengan kapasitas lebih besar karena mereka memerlukan lebih banyak udara setiap kali bernapas. Kebiasaan merokok dapat mengurangi kapasitas paru-paru karena keberadaan lendir di dalam paru-paru.

Gejala Penyakit Paru-Paru Basah

Gejala Penyakit Paru-Paru Basah

Penyakit Paru-Paru Basah

Penyakit ini terjadi dalam waktu yang lama atau panjang. Kemudian, penderita merasakan daya tahan tubuhnya melemah yang disertai batuk berdahak. Proses terjadinya adalah sering berkeringat di kala tidur. Keringat akan membuat tubuh bagian luar dingin, lama-kelamaan, sedikit demi sedikit, paru-paru mengalami pengembunan dan akhirnya menjadi kronis. Lalu, si penderita akan mengalami batuk sampai batuk menjadi kebiasaan. Biasanya batuk akan disertai keluarnya dahak dan sering sesak napas.

Penyakit ini kronis dan bisa bercokol lama sampai bertahun-tahun sehingga membuat tubuh semakin melemah. 

Gejala Penyakit Paru-Paru Basah adalah :

  • Badan selalu berkeringat, sekalipun pada waktu tidur
  • Sesak napas dan tak pernah merasa longgar
  • Mudah merasa lelah
  • Mudah sekali mengantuk
  • Ketika menarik napas panjang diliputi rasa ingin muntah

Gambaran klinis atau gejala penyakit paru-paru basah yang terjadi biasanya adalah diawali dengan infeksi saluran pernapasan akut bagian atas yang terjadi selama beberapa hari. Kemudian setelah itu disertai dengan adanya demam, menggigil, dan suhu tubuh yang terjadi kadang lebih dari 40 derajat celcius, sakit tenggorokan, nyeri sendi, dan nyeri otot. Selain itu, gejala penyakit paru-paru basah juga disiertai dengan batuk, dahak purulen, dan terkadang juga batuk berdahak. Untuk pasien yang berusia muda dan berusia tua dan untuk penyakit pneumonia atipikal gambaran yang terjadi bersifat nonrespirasi misalnya adalah seperti konfusi, ruam, dan diare yang bisa terjadi dengan sangat menonjol.

Pemeriksaan Penyakit Paru-Paru Basah

Pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter adalah dengan mendengarkan paru-paru menggunaan stetoksop atau menggunakan auskultasi yang biasanya akan menunjukkan beberapa hal. Suara normal yang hilang pada napas, dan adanya suara seperti retak atau rales, peningkatan pada suara bisikan yang bisa mengenali daerah pada paru yang keras dan dipenuhi dengan cairan yang disebut dengan istilah konsolidasi. Pemeriksa juga bisa merasakan pada permukaan dada atau palpasi dan juga mengetuk ke bagian dinding dada atau perkusi untuk kemudian mengetahui secara lebih lanjut mengenai lokasi dari konsolidasi. Pemeriksa juga biasanya akan meraba dalam meningkatkan getaran yang ada di dada disaat sedang berbicara.

Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan pada penyakit paru-paru basah ini adalah pemeriksaan foto thorax, kultur sputum dan jenis tes yang lain. Yang paling terpenting dari pemeriksaan dan pendeteksian penyakit pneumonia atau penyakit paru-paru basah dalam keadaan yang tidak jelas adalah dengan menggunakan foto thorax. Foto thorax kemudian akan menampakkan daerah pada opak yang akan terlihat putih dan bisa menggambarkan suatu konsolidasi. Penyakit pneumonia tidak selalu bisa dilihat dari sinar x, dan selain karena penyakitnya hanya terjadi pada tingkat permulaan saha, atau juga bisa mengenai ke bagian paru tertentu yang malah susah untuk bisa terlihat menggunakan sinar x. Dalam beberapa kasus menggunakan CT bisa menunjukkan terjadinya penyakit pneumonia yang tidak terlihat dengan menggunakan pemeriksaan foto thorax sinar x. Sinar x yang bisa berubah menjadi menyesatkan, akibat oleh masalah yang lain misalnya adalah terjadinya parut dibagian paru dan juga gagal jantung kongestif yang lebih menyerupai pada penyakit pneumonia pada foto thorax sinar x. Foto thorax juga baisanya digunakan untuk mengevaluasi adanya suatu komplikasi dari penyakit pneumonia.

Pengobatan Paru-Paru Basah

Jika seseorang keadaannya tidak semakin membaik walaupun sudah diberikan obat antibiotik atau jika sudah diteliti dan dilihat berdasarkan diagnosa, maka permintaan dari kultur sputum dari penderita penyakit pneumonia. Kultur sputum ini umumnya membutuhkan kurang lebih sekitar 2-3 hari kerja, jadi pada sebagian besar sputum yang digunakan untuk bisa mengonfirmasi obat antibiotika yang sudah diberikan dan juga sensitif pada terjadinya infeksi tadi. Pada contoh darah yang terjadi di kultur dengan cara yang sama dalam mencari suatu infeksi yang terjadi di dalam darah. Selain itu, pada setiap bakteri yang juga teridentifikasi kemudian akan diuji untuk bisa melihat obat antibiotik mana yang paling efektif untuk bisa digunakan.

Perhitungan darah dengan lebih lengkap kemudian akan membantu dalam menunjukkan jumlah dari sel darah putih yang mengalami peningkatan, selain itu indikasi dari adanya suatu infeksi dan juga terjadinya inflamasi atau peradangan. Dalam beberapa orang dengan kasus yang terjadi pada sistem daya tahan tubuh, jumlah darah sel putih biasnaya akan menunjukkan hasil yang normal. Tes darah yang dilakukan berguna untuk bisa menilai fuungsi dari ginjal dan yang paling oenting adalah jika ingin memberikan suatu resep obat antibiotika jenis tertentu, atau juga untuk mencari sodium darah yang rendah. Sodium darah yang rendah untuk penyakit paru-paru basah atau penyakit pneumonia biasanya sering diartikan sama dnegan ADH yang ekstra yang banyak diproduksi disaat paru-paru sedang terserang penyakit paru-paru.

Gejala Penyakit Paru-Paru Basah


=====================================

>>> Buah Merah Untuk Penyakit Paru-paru, Membantu Mengobati Penyakit Paru-paru, Flek Paru-paru, Paru-paru Basah, Radang Paru-paru dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Paru Paru Basah and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>