Paru-Paru Basah

Istilah Paru-paru basah sebenarnya tidak dikenal dalam dunia medis tapi sudah terbiasa digunakan oleh masyarakat awam (kesehatan) yang membuktikan bahwa dunia nyata lebih menukik dibandingkan dari ilmu pengetahuan. Ia merupakan gangguan pernapasan seperti juga penyakit asma, bronchitis, TBC dan sebagainya.

Paru-Paru Basah

Paru-Paru Basah

Penyakit Paru-Paru Basah

Namun demikian ia adalah jenis gangguan pernapasan yang amat mengganggu penderitanya untuk beraktivitas. Meskipun dalam kamus kedokteran tidak ditemukan istilah Paru-Paru Basah ini, namun dikalangan orang awam medis sebutan ini amat terkenal, sehingga jenis gangguan itu lebih mudah dicerna dan dimenegrti oleh anggota masyarakat banyak lainnya. Pemberian nama Paru-Paru Basah oleh awam ini sebenarnya cukup tepat, karena penyakit ini seperti berasal dari kondisi yang banyak ditemukan di udara dingin atau dimalam hari.Mereka menyangka bahwa penyakit in bersumber dari kebiasaan si penderita yang suka keluyuran di malam hari, sehingga ia terkena serangan penyakit yang mengganggu organ pernapasan itu.

Dalam dunia medis memang dikenal dry pleuritis dan wet pleuritis. Pleuritis merupakan peradangan yang menyerang pleura (selaput) yang membungkus paru-paru dan melapisi dinding dalam rongga dada. Yang membungkus paru disebut vielaris, dan yang melapisi rongga dada dinamai selaput parietalis. Diantara kedua selaput itu terdapat cairan pelumas agar paru-paru dapat secara leluasa bergoyang sewaktu kita bernapas.
Dengan demikian yang dimaksud oleh masyarakat awam tadi dengan paru-parun basah, mungkin pleurisy atau efusi pleura. Dibagian ini seringkali terjadi infeksi kuman TBC beupa parasot yang tidak dikehendaki. Pada pleuritis basah ditandai oleh adanya cairan berlebihan yang penyebabnya bisa bermacam-macam.

Cairan berlebihan yang mengisi ruang diantara kedua selaput itu tentu saja akan mendesak dan mengganggu gerakan paru-paru sehingga penderitanya mengalami sesak napas. Penyebab lain yang lebih srius mungkin kanker selaput paru-paru, gangguan sistem pembuluh darah paru-paru akibat dari proses menurunnya kadar albumin atau pendarahan dari luka pada bagian dada.

Gejala Penyakit Paru-Paru

Penyakit paru-paru basah dalam dunia kedokteran dikenal dengan penyakit pneumonia. Penyakit ini pada kebanyakan orang menunjukkan gejala pilek dan kemudian disertai dengan penyakit demam tinggi, mengigil dan batuk yang berpotensi menjadi batuk berdahak. Dahak yang keluar biasanya warnanya akan berubah dan terkadang disertai juga dengan darah. Ketika terjadi suatu infeksi yang mengalami penumpukan atau mengendap pada saluran udara, batuk berdahak kadang cenderung bisa menjadi salah satu gejalanya. Dalam beberapa kasus penyakit paru-paru basah yang terjadi, jaringan pada spons dari dalam paru-paru yang banyak mengandung kantung udara juga akan terlibat. Dan dalam hal ini, oksigenasi dari darah akan mengalami gangguan yang pada akhirnya akan membuat paru-paru menjadi kaku sehingga akan menimbulkan masalah sesak nafas. Hal ini kemudian akan berpotensi mengubah warna kulit penderita menjadi lebih kehitaman dan keunguan akibat dari sianosis karena darah mereka yang mengalami kekurangan oksigen.

Selain itu, gejala penyakit paru-paru basah atau gejala pneumonia lainnya adalah nyeri dada yang kemungkinan juga akan berkembang jika aspek yang ada di luar paru-paru berdekatan dengan pleura atau rongga paru-paru. Biasanya nyeri ini sangat tajam dan menjadi semaikin memburuk disaat sedang mengambil nafas dengan tarikan yang dalam yang dikenal dengan istilah pleuritik atau pleuritis. Untuk kasus ini, maka gejala paru-paru basah biasanya tergantung dari organisme kausatif, ada juga yang bisa menjadikan onset dari gejala yang lambat dan hal lain sebagainya.

Tingkatan dari keparahan penyakit ini bisa diakibatkan karena beberapa hal. Termasuk salah satunya adalah akibat :

  1. Usia
  2. Jenis kelamin
  3. Musim
  4. Dan karena kepadatan penduduk

Pada anak, penyakit paru-paru basah, infeksi yang lebih sering terjadi adalah pada anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan. Puncak dari serangan yang terjadi pada infeksi antara usia 2-3 tahun dan juga sesudahnya akan mengalami penurunan sedikit demi sedikit. Dan pada beberapa kasus penyakit pneumonia tidak diakibatkan karena infeksi mikroorganisme yang terjadi. Bisa saja disebabkan karena aspirasi makanan atau akibat dari asam lambung, benda asing yang masuk, hidrokarbon, bahan lipoid, rekasi hipersensitifitas dan akibat saluran napas yang mengalami gangguan akibat dari obat-obatan tertenu, radiasi, dan karena kondisi suatu lingkungan.

Cara Mencegah Paru-Paru Basah

Cara mencegah penyakit paru-paru basah adalah dengan melakukan beberapa langkah strategis seperti dibawah ini :

  1. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tingga Anda.
  2. Usahakan untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik
  3. Hindarilah merokok untuk mereka yang sedang batuk
  4. Makanlah jenis makanan yang bernutrisi dan seimbang
  5. Melakukan imunisasi, yang paling terutama adalah untuk anak-anak.

Pemberian vaksin Hb sudah banyak diberikan untuk tujuan menangkal terjadinya penyakit pneumona, selain juga penyakit meningitis. Vaksin ini bertujuan untuk menangkal terjadinya serangan bakteri haemophyllus influenzae tipe B yang menyebabkan terjadinya kedua jenis penyakit tadi.

Cara mengobati penyakit paru-paru basah dengan menggunakan ramuan herbal adalah :

Bahan : 2 kuntum bunga sepatu, 2 gelas air matang dan garam secukupnya
Cara membuatnya adalah : cuci sampai bersih bunga sepatu, kemudian ditumbuk sampai halus. Hasil dari tumbukan tadi dimasukkan ke dalam 1 gelas air yang mendidih dan dicampurkan dengan sedikit garam. Kemudian saringlah. Minumlah ramuan ini untuk 3 kali dalam sehari secara teratur.

Paru-Paru Basah


=====================================

>>> Buah Merah Untuk Penyakit Paru-paru, Membantu Mengobati Penyakit Paru-paru, Flek Paru-paru, Paru-paru Basah, Radang Paru-paru dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Paru Paru Basah and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *